Program Unggulan Kecamatan Pasar Minggu Dorong Ekonomi Sirkular dan Ketahanan Pangan
JAKARTA — Kecamatan Pasar Minggu terus mendorong berbagai program unggulan berbasis masyarakat dengan fokus pada penguatan ekonomi sirkular, ketahanan pangan, serta penataan kawasan. Program tersebut dikembangkan melalui keterlibatan warga di tingkat kelurahan dan RW.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Pasming Circular Hub 5.0, yang mengedepankan penerapan ekonomi sirkular dalam pengelolaan lingkungan. Warga didorong untuk melakukan pemilahan sampah secara konsisten, mulai dari sampah plastik, kardus hingga logam.
Selain pemilahan sampah, program tersebut mencakup penguatan bank sampah, pengelolaan kompos, serta pemanfaatan sisa makanan rumah tangga melalui lodong sisa dapur (losida). Pengelolaan tersebut diarahkan untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan sekaligus meningkatkan pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai guna.
Di sektor pangan, Kecamatan Pasar Minggu juga mengembangkan program ketahanan pangan berbasis warga. Salah satu inovasinya adalah urban farming dengan memanfaatkan ruang yang tersedia di lingkungan permukiman, termasuk penanaman padi menggunakan galon.
Program tersebut diarahkan untuk mendorong masyarakat memanfaatkan lahan dan ruang terbatas sebagai sumber pangan mandiri. Kegiatan budidaya juga dapat dikembangkan di tingkat warga maupun RW sesuai dengan potensi wilayah masing-masing.
Sementara itu, aspek penataan kawasan dilakukan secara berkala melalui kegiatan yang dilaksanakan setiap triwulan. Penataan meliputi peningkatan kebersihan lingkungan, mempercantik kawasan, serta mengoptimalkan fungsi fasilitas umum agar dapat dimanfaatkan masyarakat secara lebih baik.
Ketiga fokus tersebut menjadi bagian dari upaya Kecamatan Pasar Minggu dalam membangun lingkungan yang lebih bersih, produktif dan berdaya guna. Pelaksanaan program menempatkan masyarakat sebagai salah satu unsur penting dalam menjaga keberlanjutan kegiatan di tingkat lingkungan.
Dengan penguatan ekonomi sirkular, ketahanan pangan, dan penataan kawasan, program unggulan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi berkembang menjadi kebiasaan warga yang dilakukan secara berkelanjutan di masing-masing wilayah.
