JAKARTA — Pemerintah Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, menggulirkan serangkaian program unggulan terpadu guna mempercepat peningkatan kualitas layanan publik, penataan lingkungan, serta penguatan kesejahteraan masyarakat. Upaya ini dijalankan melalui kolaborasi lintas sektor yang menyentuh kebutuhan mendasar warga hingga pengembangan proyek strategis kota.
Pada sektor pelayanan publik dan digitalisasi, pihak kecamatan menghadirkan program jemput bola bertajuk SEMARAK (Setiabudi Melayani Masyarakat). Salah satu implementasinya yang telah berjalan di Pasar Rumput memberi kemudahan langsung bagi warga dan pelaku UMKM dalam mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB), pembuatan Identitas Kependudukan Digital (IKD), sertifikasi Halal, serta pemeriksaan kesehatan gratis.
Layanan ini turut diperkuat dengan pemanfaatan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di tingkat RT, RW, LMK, PKK, hingga Dasawisma guna menjaga transparansi publik, di samping penerapan Zona Integritas pada UP PMPTSP menuju wilayah bebas korupsi.
Sementara itu, penataan kawasan difokuskan pada pengubahan lahan kumuh dan area parkir liar menjadi ruang interaksi publik yang tertata. Transformasi tersebut diwujudkan lewat pembuatan taman serta mural edukasi, seperti yang telah diterapkan di Jalan Karet Karya, Kelurahan Karet. Untuk mitigasi bencana, kerja bakti massal secara berkala terus digencarkan bersama warga guna membersihkan saluran dan tali-tali air menjelang musim hujan.
Pada aspek pemberdayaan masyarakat dan kesehatan, Tim Penggerak PKK Kecamatan Setiabudi memelopori gerakan Gemar Makan Buah melalui panen mandiri, seperti budidaya melon, yang dibagikan rutin untuk menunjang gizi seimbang balita. Di bidang pembinaan keagamaan, agenda Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kecamatan tetap digelar tahunan guna melahirkan qari dan qariah berprestasi.
Di tingkat strategis, wilayah Setiabudi kini tengah bersiap menyambut pembangunan Jakarta International Cultural Hub di Kelurahan Karet Kuningan. Proyek kolaborasi di atas lahan eks BPSDM seluas 2,4 hektare tersebut dirancang menjadi pusat kegiatan budaya, MICE, ruang publik terbuka, dan akomodasi modern melalui skema kemitraan bersama pihak swasta.
