JAKARTA SELATAN — Sejumlah program unggulan terus didorong untuk memperkuat pengelolaan lingkungan, ketahanan pangan, layanan sosial dan kesehatan, hingga pembangunan infrastruktur strategis di wilayah Jakarta Selatan.
Salah satu fokus utama diarahkan pada pengembangan ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah. Program tersebut mencakup penguatan bank sampah, pembuatan komposter, pemanfaatan lodong sisa dapur (losida), serta pengembangan fasilitas Teba Modern di RPTRA Belimbing.
Fasilitas tersebut dimanfaatkan untuk mengolah limbah organik menjadi pupuk sehingga sampah rumah tangga dapat memiliki nilai guna kembali. Pengelolaan sampah berbasis masyarakat juga diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang dibuang sekaligus mendorong partisipasi warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Selain pengelolaan sampah, program ketahanan pangan dan urban farming turut menjadi perhatian. Budidaya berbagai tanaman pangan dilakukan secara mandiri di lingkungan warga dengan memanfaatkan lahan yang tersedia.
Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemandirian pangan masyarakat sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan perkotaan. Urban farming juga dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai produksi pangan secara sederhana dan berkelanjutan.
Di sektor sosial dan kesehatan, program Gerakan “Jaga Anak Jaksel” menjadi salah satu upaya untuk memperkuat perhatian terhadap perlindungan dan kesejahteraan anak. Program tersebut berjalan beriringan dengan sinergi layanan kesehatan, termasuk pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis bersama Suku Dinas Kesehatan.
Sementara di bidang infrastruktur, pemerintah mendorong percepatan proyek pembangunan Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu. Proyek tersebut menjadi salah satu infrastruktur strategis yang diarahkan untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan Pasar Minggu dan sekitarnya.
Rangkaian program tersebut mencakup aspek lingkungan, pangan, sosial, kesehatan, dan infrastruktur. Pelaksanaannya diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap kualitas lingkungan, ketahanan masyarakat, pelayanan publik, serta mobilitas warga di Jakarta Selatan.
