AsMEN TV, Kabupaten Bekasi – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Agraprana Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, pada Senin (12/10/2026).
Kegiatan ini dilakukan untuk meninjau perkembangan kelembagaan, tata kelola manajemen, pengelolaan usaha, serta pemanfaatan aset dan permodalan BUMDes dalam mendukung perekonomian desa.
Tim DPMD Kabupaten Bekasi, Arif dan Fadli, hadir bersama perwakilan Kecamatan Tambun Selatan, Agung Santoso. Kedatangan tim disambut langsung oleh Penjabat (PJ) Kepala Desa Sumberjaya, Ike Rahmawati, di ruang kantornya.
Dalam pertemuan tersebut, tim DPMD melontarkan sejumlah pertanyaan kepada Direktur BUMDes Agraprana Sumberjaya, Husni Solihin, terkait pelaksanaan kegiatan usaha, pengelolaan organisasi, administrasi, hingga manfaat keberadaan BUMDes bagi masyarakat.
Monitoring dan evaluasi mencakup sejumlah aspek penting, meliputi:
1. Aspek kelembagaan, terkait legalitas dan tata kelola organisasi BUMDes.
2. Aspek manajemen, meliputi pengelolaan operasional dan pembagian tanggung jawab.
3. Aspek usaha dan unit usaha, mencakup perkembangan serta pelaksanaan kegiatan usaha.
4. Aspek kemitraan, terkait kerja sama dengan berbagai pihak.
5. Aspek permodalan dan aset, meliputi pengelolaan modal serta inventaris milik BUMDes.
6. Aspek administrasi, mencakup pencatatan dan kelengkapan dokumen pengelolaan.
7. Aspek keuntungan dan manfaat, meliputi hasil usaha serta kontribusi BUMDes terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa.
Evaluasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong pengelolaan BUMDes yang profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat.
Usai melakukan pembahasan di kantor desa, tim melanjutkan kunjungan ke kantor BUMDes Agraprana SumberJaya untuk melihat secara langsung kegiatan usaha yang dijalankan.
Sejumlah unit usaha yang ditinjau antara lain layanan fotokopi, alat tulis kantor (ATK), penyewaan gedung, serta kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan UMKM.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke sektor ketahanan pangan melalui Agraprana Farm, sebagai salah satu unit usaha yang dikembangkan untuk mendukung potensi ekonomi desa.
Peninjauan langsung ini memberikan kesempatan kepada tim untuk melihat kondisi kegiatan usaha di lapangan sekaligus memperoleh gambaran mengenai pelaksanaan program BUMDes.
Dalam wawancara dengan awak media, Arif menyampaikan penilaian positif terhadap BUMDes Agraprana SumberJaya, khususnya terkait pengelolaan usaha dan realisasi anggaran.
“BUMDes Agraprana bagus. Realisasi anggaran dan pengelolaannya juga bagus. Mantap buat Agraprana Farm,” ujar Arif saat diwawancarai awak media.
Apresiasi tersebut menjadi dorongan bagi pengelola BUMDes untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat tata kelola, serta mengembangkan unit usaha yang produktif dan berkelanjutan.
Direktur BUMDes Agraprana Sumberjaya, Husni Solihin, melalui pengelolaan berbagai unit usaha diharapkan dapat terus mengembangkan potensi lokal, membuka peluang kerja sama, serta memperluas kesempatan ekonomi bagi masyarakat Sumberjaya.
Dengan adanya pembinaan dan evaluasi dari pemerintah daerah serta dukungan pemerintah desa, BUMDes Agraprana SumberJaya diharapkan mampu tumbuh sebagai lembaga usaha desa yang mandiri, profesional, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kontributor Kab Bekasi: Husni Solihin
Editor: Imam Setiadi
