
JAKARTA — Pemerintah terus memperkuat pelaksanaan Asta Cita di bidang kesehatan melalui berbagai kebijakan strategis untuk meningkatkan ketersediaan dan pemerataan tenaga dokter spesialis di seluruh Indonesia.
Salah satu langkah terbaru adalah penetapan biaya pendidikan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis rumah sakit atau hospital-based dengan biaya yang jauh lebih terjangkau.
Pemerintah menetapkan kontribusi pendidikan bagi peserta PPDS hospital-based sebesar Rp1,5 juta per semester untuk program studi non-bedah, sementara program studi bidang bedah sebesar Rp2 juta per semester. Kebijakan tersebut disampaikan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman pada 31 Agustus 2026.
Bagian dari Asta Cita dan Transformasi Kesehatan
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjalankan agenda Asta Cita, khususnya pembangunan sumber daya manusia melalui penguatan sektor kesehatan dan pendidikan tenaga medis.
Pemerintah sebelumnya juga telah mendorong pembukaan program pendidikan dokter spesialis baru melalui skema university-based maupun hospital-based. Langkah tersebut diarahkan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis sekaligus mengurangi kesenjangan pelayanan kesehatan antara daerah perkotaan dan daerah yang masih kekurangan tenaga medis.
Dalam kebijakan terbaru, pemerintah menetapkan 25 program studi baru PPDS berbasis rumah sakit pada Rumah Sakit Penyelenggara Pendidikan Utama (RSPPU). Pemerintah juga menyebut telah mengesahkan 160 program studi baru melalui skema university-based pada Februari 2026.
Membuka Kesempatan bagi Putra-Putri Daerah
Kebijakan biaya pendidikan yang lebih terjangkau diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi dokter-dokter muda, termasuk putra-putri daerah, untuk melanjutkan pendidikan menjadi dokter spesialis.
Selama ini, tingginya biaya pendidikan menjadi salah satu tantangan bagi dokter yang ingin mengambil pendidikan spesialis. Dengan adanya kebijakan afirmatif tersebut, pemerintah berharap semakin banyak dokter yang dapat mengikuti pendidikan spesialis dan kemudian memberikan pelayanan kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menegaskan bahwa pemerintah ingin membangun ekosistem pendidikan dokter spesialis yang lebih terbuka, terjangkau dan berkeadilan.(3/09).
Menjawab Kekurangan Dokter Spesialis
Program ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah mengatasi kekurangan dan ketimpangan distribusi dokter spesialis. Dalam pidato mengenai RUU APBN 2027, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa 481 kabupaten/kota masih membutuhkan tambahan sekitar 55.712 dokter spesialis. Pemerintah kemudian mempercepat pembukaan fakultas kedokteran serta program pendidikan spesialis dan subspesialis.
Sementara itu, agenda pembangunan SDM dalam Asta Cita juga mencakup penguatan puskesmas, rumah sakit, JKN, pemeriksaan kesehatan, gizi serta tenaga kesehatan. Program seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu bentuk pendekatan promotif dan preventif pemerintah di sektor kesehatan.
Kesehatan untuk Seluruh Rakyat Indonesia
Melalui kebijakan pendidikan dokter spesialis yang lebih terjangkau, pemerintah berupaya membangun sistem kesehatan yang tidak hanya berorientasi pada pengobatan, tetapi juga pemerataan tenaga kesehatan dan peningkatan kualitas pelayanan di seluruh Indonesia.
Ketersediaan dokter spesialis di daerah diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rumah sakit di kota-kota besar. Dengan demikian, masyarakat di daerah dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang semakin cepat, berkualitas dan terjangkau.
Kebijakan ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam menerjemahkan Asta Cita bidang kesehatan: memperkuat sumber daya manusia, memperluas akses pelayanan kesehatan, dan memastikan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia mendapatkan hak atas pelayanan kesehatan yang layak. Reporter_Herman Narsum_MetroTVews.com.
- Beranda
- Tulis Berita
- Terkini
- Daerah
- Internasional
- Nasional
- Featured
- Lifestyle
- Technology
- Terkini
- Trending
Subscribe to Updates
Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.
Previous ArticleBapak Paling Jujur Rilis Teaser Trailer
Related Posts
Add A Comment
