Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Terkini
  • Daerah
  • Internasional
  • Nasional
  • Featured
  • Lifestyle
  • Technology
  • Terkini
  • Trending

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pemkot Bekasi Dampingi Korban Kekerasan Seksual di Ponpes, 4 Orang Sudah Teridentifikasi

Kasus Kekerasan Seksual di Ponpes, PUSPAGA Bekasi Langsung Gerak Cepat

Info Terkini: PT Astra International Tbk Kembangkan Wisata Budaya Osing di Desa Sejahtera Astra Kemiren, Banyuwangi yang Harus Anda Ketahui

Facebook X (Twitter) Instagram
asmentv.com
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Terkini
  • Daerah
  • Internasional
  • Nasional
  • Featured
  • Lifestyle
  • Technology
  • Terkini
  • Trending
asmentv.com
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Terkini
  • Daerah
  • Internasional
  • Nasional
  • Featured
  • Lifestyle
  • Technology
  • Terkini
  • Trending
You are at:Home»Featured»Menjaga Cahaya di Mata Anak-Anak Panti: Kisah Pak Suryo dan Kamera Tuanya
Featured

Menjaga Cahaya di Mata Anak-Anak Panti: Kisah Pak Suryo dan Kamera Tuanya

baratBy baratAgustus 19, 2026 7:11 am072 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Bau cairan kimia kamar gelap dan debu kayu tercium samar di ruangan berukuran tiga kali empat meter itu. Di bawah sorotan lampu meja yang remang, jemari keriput Pak Suryo (62) dengan telaten membersihkan lensa kamera tua buatan tahun 1980-an. Di luar, riuh gelak tawa belasan anak panti asuhan sudah terdengar menanti kelas sore dimulai.

Bagi Pak Suryo, bengkel kecilnya di kawasan Tangerang Selatan ini bukan sekadar tempat mengumpulkan kenangan masa lalu. Sejak lima tahun terakhir, mantan fotografer komersial ini mengubah ruang kerjanya menjadi kelas fotografi gratis bagi anak-anak yatim dan kurang mampu.

“Cahaya itu tidak pernah memilih siapa yang ditangkapnya,” ujar Suryo sambil tersenyum tipis. “Saya ingin anak-anak ini belajar melihat dunia dengan cara yang berbeda—bahwa dari hal yang paling sederhana, mereka bisa menciptakan sesuatu yang indah dan berharga.”

 Modal yang dimilikinya jauh dari kata melimpah. Setiap bulan, ia berburu kamera analog bekas yang rusak dari pasar loak, lalu memperbaikinya secara mandiri kompartemen demi kompartemen. Kamera-kamera “hasil rakitan ulang” itulah yang kemudian berpindah ke tangan anak-anak didiknya. Lewat bidikan lensa tersebut, para siswa diajarkan dasar-dasar pencahayaan, komposisi, hingga cara bercerita lewat gambar.

Matahari mulai tenggelam di ufuk barat saat kelas sore itu berakhir. Seorang anak tampak bangga memperlihatkan hasil jepretannya di layar monitor tua. Di sudut ruangan, Pak Suryo memperhatikan dari jauh dengan mata berbinar. Ia tahu, di balik setiap cetakan foto yang dihasilkan, ada benih kepercayaan diri baru yang sedang tumbuh di jiwa anak-anak tersebut.

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleProgram kecamatan kali deres jakarta barat 2026
Next Article Yayasan Griya Yatim Syariah Mandiri Peduli Pendidikan Cetak Generasi Yatim yang Berilmu Berbudi Luhur dan Peduli Sesama.
barat

Related Posts

​Pemerintah Kecamatan Mampang Prapatan Perkuat Lima Program Unggulan Penataan Kawasan dan Infrastruktur

Oktober 6, 2026 2:06 pm
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Camat Ciledug H. Ayi Nuryadin Bersama Istri Menghadiri Gebyar HUT RI Ke-81 di Kelurahan Parung Serab Tangerang Kota.

Agustus 25, 2026 1:53 pm142 Views

Dirut PT. Taruna Heru Birowo SH, Bersama Para Direksi Kunjungi Wafatnya Almarhum Duryanto Bin Muhadi.

Agustus 24, 2026 7:46 am119 Views

Jum’at Berkah ILUNI SMANSA Cibinong, Sebanyak 160 Paket Makanan Dibagikan ke Masyarakat

Oktober 10, 2026 12:07 am100 Views
© 2026 AsmenTV. Designed by Asmentv.com.
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Terkini
  • Daerah
  • Internasional
  • Nasional
  • Featured
  • Lifestyle
  • Technology
  • Terkini
  • Trending

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.