BEKASI, AsMEN TV – Safari Dakwah DMI Bekasi yang pertama mendapatkan apresiasi dari sejumlah pihak.
Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Jami’ Al-Muhajirin Menara, Jalan Komodo Raya No. 01, RW 04, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, itu dimulai pukul 08.00 WIB, pada Minggu 11 Oktober 2026.
Sejumlah unsur pemerintah wilayah, TNI-Polri, pengurus masjid, serta tokoh agama dan masyarakat turut hadir.
Ketua Departemen Dakwah dan ZIS PD DMI Kota Bekasi sekaligus Ketua Panitia, H. Arifin Harahap, S.H., menjelaskan bahwa santunan anak yatim merupakan bagian dari kegiatan sosial yang selama ini dijalankan pengurus DMI di Kayuringin Jaya.
Penyaluran bantuan dilakukan secara bergiliran dari satu masjid ke masjid lainnya. Pola tersebut dimaksudkan untuk memperluas jangkauan kegiatan sekaligus mendorong keterlibatan pengurus masjid dalam pelayanan sosial.
Arifin mengatakan, Safari Dakwah perdana di Kayuringin Jaya menjadi awal dari agenda kunjungan yang direncanakan menjangkau 56 kelurahan dan 12 kecamatan di Kota Bekasi.
Ia berharap program tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi sarana koordinasi untuk memperkuat dakwah, kepedulian sosial, dan kerja sama antar pengurus masjid.
Masjid Menjadi Mitra Pelayanan Sosial
Camat Bekasi Selatan Karya Sukmajaya mengapresiasi berbagai program sosial yang dilaksanakan DMI. Ia menilai keterlibatan organisasi keagamaan dapat membantu pemerintah memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.
Karya mencontohkan program penanganan rumah tidak layak huni (rutilahu) yang menjadi salah satu bentuk pelayanan kepada warga. Menurut dia, pemerintah Kecamatan Bekasi Selatan tahun ini dapat membangun 46 rumah melalui program tersebut.
Ia berharap kegiatan santunan anak yatim dan program sosial lainnya terus dikembangkan agar masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh manfaat secara berkelanjutan.
Karya juga menilai kerja sama dengan organisasi seperti DMI dapat membantu meringankan beban pemerintah dalam menjalankan berbagai kegiatan kemasyarakatan.
DMI Perkuat Akuntabilitas Pengelolaan Masjid
Ketua PD DMI Kota Bekasi, Dr. Jaja Jaelani, M.M., menyampaikan bahwa peran sosial masjid perlu diimbangi dengan pengelolaan organisasi yang tertib dan terbuka.
Ia mengingatkan pengurus DKM agar mendata inventaris masjid, memelihara perlengkapan yang berasal dari dana umat, serta menyusun laporan keuangan yang dapat diketahui jemaah.
Jaja juga mendorong penggunaan sistem digital untuk mempermudah administrasi dan meningkatkan keterbukaan pengelolaan keuangan.
Dalam bidang zakat, PD DMI Kota Bekasi berupaya memperkuat sinergi dengan BAZNAS. Masjid yang memenuhi ketentuan diharapkan dapat menjadi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) agar penghimpunan dan penyaluran zakat kepada penerima yang berhak berlangsung lebih teratur.
Safari Dakwah perdana ini diharapkan memperluas peran masjid di Kota Bekasi, bukan hanya sebagai tempat ibadah, melainkan juga sebagai pusat pendidikan, pembinaan umat, dan pelayanan sosial.
Kolaborasi antara DMI, DKM, pemerintah, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kegiatan keagamaan yang selaras dengan kebutuhan warga serta memperkuat kepedulian terhadap kelompok yang membutuhkan.***
