Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Terkini
  • Daerah
  • Internasional
  • Nasional
  • Featured
  • Lifestyle
  • Technology
  • Terkini
  • Trending

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pemkot Bekasi Dampingi Korban Kekerasan Seksual di Ponpes, 4 Orang Sudah Teridentifikasi

Kasus Kekerasan Seksual di Ponpes, PUSPAGA Bekasi Langsung Gerak Cepat

Info Terkini: PT Astra International Tbk Kembangkan Wisata Budaya Osing di Desa Sejahtera Astra Kemiren, Banyuwangi yang Harus Anda Ketahui

Facebook X (Twitter) Instagram
asmentv.com
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Terkini
  • Daerah
  • Internasional
  • Nasional
  • Featured
  • Lifestyle
  • Technology
  • Terkini
  • Trending
asmentv.com
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Terkini
  • Daerah
  • Internasional
  • Nasional
  • Featured
  • Lifestyle
  • Technology
  • Terkini
  • Trending
You are at:Home»Nasional»Tekan Angka Anak Tidak Sekolah, DDII dan SP2MI Jajaki Kolaborasi Pendidikan
Nasional

Tekan Angka Anak Tidak Sekolah, DDII dan SP2MI Jajaki Kolaborasi Pendidikan

selatanBy selatanOktober 7, 2026 8:50 pm0183 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

AsMEN TV, JAKARTA — Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) dan Serikat Penggerak Pendidikan Masyarakat Indonesia (SP2MI) menjajaki kerja sama untuk memperluas akses pendidikan sekaligus membantu menangani persoalan anak tidak sekolah (ATS) dan anak putus sekolah di berbagai daerah.

Penjajakan tersebut dibahas dalam pertemuan antara kedua organisasi di Kantor Pusat DDII, Rabu (7/10/2026). Salah satu agenda utama yang menjadi perhatian ialah penguatan akses pendidikan, khususnya pendidikan kesetaraan bagi masyarakat yang belum memiliki dokumen maupun legalitas pendidikan yang diakui.

Wakil Ketua DDII Ahmad Misbahul Anam mengatakan, kolaborasi dengan SP2MI merupakan bagian dari upaya bersama untuk membuka kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat. Menurutnya, akses pendidikan yang memadai merupakan salah satu bagian penting dalam upaya mencerdaskan kehidupan masyarakat dan bangsa.

Ahmad menuturkan, masih terdapat masyarakat berusia di atas 17 tahun yang belum menyelesaikan jenjang pendidikan tertentu atau belum memiliki legalitas pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku. Kondisi tersebut dapat menjadi kendala ketika mereka hendak memasuki dunia kerja maupun mengembangkan aktivitas di bidang lainnya.

“Insyaallah kami nanti akan melakukan MoU dan kemudian secara detail nanti kami akan membantu, terutama di daerah-daerah yang barangkali tenaga-tenaga guru atau unit-unit pekerjaannya belum bisa tersentuh,” ujar Ahmad.

Selain memperkuat layanan pendidikan, DDII juga berencana membangun komunikasi dengan pemerintah terkait regulasi pendidikan kesetaraan. Langkah tersebut dinilai penting agar berbagai program pendidikan dapat menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini belum memperoleh layanan pendidikan secara optimal.

Namun, Ahmad menegaskan bahwa perluasan akses pendidikan perlu berjalan seiring dengan pemenuhan standar kompetensi dan peningkatan kualitas proses pembelajaran.

Sementara itu, Ketua Umum SP2MI Drs. Hj. Amirudin Yusuf mengatakan, pertemuan dengan DDII menjadi langkah awal untuk membangun sinergi dalam menangani persoalan anak tidak sekolah dan anak putus sekolah.

“Hari ini kita SP2MI bersilaturahmi dengan Pengurus DPP Dewan Dakwah Indonesia dalam langkah untuk membuat kerja sama penuntasan ATS, anak tidak sekolah dan anak putus sekolah,” kata Amirudin.

Ia menilai, persoalan anak tidak sekolah merupakan tantangan yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak serta koordinasi yang berkelanjutan. Karena itu, SP2MI akan menindaklanjuti pembahasan bersama DDII melalui penyusunan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).

Amirudin juga melihat jaringan DDII di bidang pendidikan sebagai salah satu potensi yang dapat diperkuat untuk memperluas jangkauan layanan. Keberadaan program pendidikan kesetaraan serta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di sejumlah wilayah dinilai dapat menjadi bagian dari upaya menjangkau masyarakat yang belum mendapatkan akses pendidikan.

“Kita coba minta jaringan Dewan Dakwah yang lebih kuat untuk mendekati stakeholder pemerintah yang menangani masalah program ini,” ujarnya.

Melalui sinergi tersebut, DDII dan SP2MI berharap layanan pendidikan kesetaraan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai daerah. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat mendukung upaya penanganan anak tidak sekolah dan anak putus sekolah secara lebih luas dan berkelanjutan. 

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleVerifikasi Benyamin S Award, RW 06 Utan Kayu Selatan Tampilkan Inovasi Kampung Hijau
Next Article Tekan Angka Anak Tidak Sekolah, DDII dan SP2MI Jajaki Kolaborasi Pendidikan
selatan

Related Posts

Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Silakan Ikuti Mekanisme Demokrasi

Oktober 8, 2026 8:39 pm

Mundur atau Bertahan, Gibran Bisa Belajar dari Wapres Mohammad Hatta

Oktober 8, 2026 3:19 pm

Menunggu Sikap Politik Gibran, Mundur atau Bertahan?

Oktober 8, 2026 2:31 pm
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Camat Ciledug H. Ayi Nuryadin Bersama Istri Menghadiri Gebyar HUT RI Ke-81 di Kelurahan Parung Serab Tangerang Kota.

Agustus 25, 2026 1:53 pm142 Views

Dirut PT. Taruna Heru Birowo SH, Bersama Para Direksi Kunjungi Wafatnya Almarhum Duryanto Bin Muhadi.

Agustus 24, 2026 7:46 am119 Views

Jum’at Berkah ILUNI SMANSA Cibinong, Sebanyak 160 Paket Makanan Dibagikan ke Masyarakat

Oktober 10, 2026 12:07 am100 Views
© 2026 AsmenTV. Designed by Asmentv.com.
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Terkini
  • Daerah
  • Internasional
  • Nasional
  • Featured
  • Lifestyle
  • Technology
  • Terkini
  • Trending

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.