AsMENTV, Jakarta Timur — Beragam inovasi warga ditampilkan dalam verifikasi lapangan Benyamin S Award (Bersih, Nyaman, Indah, dan Sejahtera) di RW 06, Kelurahan Utan Kayu Selatan (UKS), Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, Selasa (6/10/2026).
Kelurahan Utan Kayu Selatan menjadi salah satu wilayah yang lolos ke putaran final Benyamin S Award, sebuah ajang penghargaan bagi kelurahan di DKI Jakarta yang dinilai mampu menciptakan lingkungan bersih, nyaman, indah, sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.
Kedatangan tim verifikasi lapangan disambut warga melalui Festival Harmoni Kampung Hijau yang dikemas dalam suasana karnaval. Berbagai potensi dan inovasi masyarakat ditampilkan, mulai dari seni budaya, fesyen berbahan daur ulang sampah plastik, penataan lingkungan secara swadaya, urban farming, pemberdayaan keluarga, hingga produk UMKM.

Ketua Tim Verifikasi Lapangan sekaligus Staf Khusus Gubernur Bidang Pembangunan dan Tata Kota, Nirwono Joga, mengapresiasi sinergi antara masyarakat dengan jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur.
Menurutnya, berbagai inovasi yang ditampilkan menunjukkan adanya potensi besar yang dapat dikembangkan dan menjadi contoh bagi wilayah lainnya, terlebih dalam menyongsong momentum lima abad Jakarta.
“Ini bukti bahwa melalui program Benyamin S Award, ternyata Kelurahan Utan Kayu Selatan mempunyai potensi yang luar biasa,” ujar Nirwono.
Ia menilai keterlibatan aktif masyarakat menjadi salah satu kekuatan utama dalam menciptakan lingkungan yang tidak hanya tertata, tetapi juga produktif dan berkelanjutan.
Penilaian lapangan tersebut menjadi bagian dari tahapan menuju penentuan pemenang Benyamin S Award. Selanjutnya, Lurah Utan Kayu Selatan dijadwalkan memaparkan berbagai program unggulan di hadapan dewan juri pada 15 Oktober 2026. Pengumuman pemenang dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober 2026.

Dewan Juri Benyamin S Award, Hendra S Atmawijaya, turut memberikan apresiasi terhadap inovasi penataan lingkungan yang dilakukan masyarakat Utan Kayu Selatan.
Menurutnya, kekompakan warga bersama unsur pemerintahan dari tingkat RT, RW, kelurahan, kecamatan hingga Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur menjadi faktor penting dalam menjalankan berbagai program tersebut.
“Peran serta masyarakat bersama unsur pemerintah dari level terkecil sampai tertinggi itu sangat penting,” ungkap Hendra.
Sementara itu, Lurah Utan Kayu Selatan, Ria Handayani, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan Festival Harmoni Kampung Hijau.
Ia berharap berbagai upaya yang dilakukan bersama tersebut dapat memberikan hasil terbaik sekaligus mendorong masyarakat untuk terus menjaga dan mengembangkan wilayahnya.
“Kami ucapkan terima kasih kepada jajaran pemerintah kota, RT, RW yang telah berkolaborasi dan menyukseskan pelaksanaan Festival Harmoni Kampung Hijau Kelurahan Utan Kayu Selatan,” kata Ria.
Ia berharap capaian tersebut tidak berhenti pada penilaian Benyamin S Award, tetapi menjadi momentum untuk membangun Utan Kayu Selatan menjadi wilayah yang semakin baik dan dikenal lebih luas.
Dalam festival tersebut, masyarakat juga menampilkan berbagai kegiatan dan inovasi, di antaranya karnaval, bazar UMKM yang diikuti sekitar 50 anggota Jakpreneur dengan transaksi menggunakan QRIS, pengolahan sampah organik dan minyak jelantah, budidaya maggot, pembuatan eco enzyme, karya lukisan dari bahan plastik, serta inovasi teknologi urban farming.
Berbagai kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa semangat menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, indah, dan sejahtera tidak hanya menjadi program pemerintah, tetapi tumbuh melalui partisipasi dan kreativitas masyarakat di tingkat lingkungan.(kus)
