
KARO, SUMATERA UTARA – Badan Gizi Nasional (BGN) langsung mengambil langkah menyikapi adanya kasus gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Respons tersebut menjadi perhatian setelah informasi mengenai kejadian di wilayah Karo beredar di media sosial, termasuk melalui tayangan TikTok yang memperlihatkan Kepala BGN Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar, tengah membahas penanganan persoalan tersebut.
Dalam tayangan tersebut, Kepala BGN menyampaikan bahwa pihaknya melakukan investigasi terhadap kejadian yang berkaitan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Karo serta berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengetahui penyebab dan memastikan langkah penanganannya.
Berdasarkan keterangan BGN yang diberitakan sebelumnya, hasil investigasi awal terhadap insiden di Karo menemukan adanya persoalan dalam penyimpanan bahan baku ikan. Sekitar 200–300 ekor ikan disebut tidak dimasukkan ke dalam freezer dan berada pada suhu ruang selama sekitar 12 jam atau lebih sebelum diolah.
Kepala BGN kemudian menegaskan bahwa aspek keamanan pangan menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan MBG. Evaluasi terhadap sejumlah kasus gangguan kesehatan juga terus dilakukan untuk memastikan setiap SPPG menjalankan standar operasional prosedur (SOP) secara benar(19/09).
Koordinasi Menjadi Langkah Utama
Dalam penanganan kasus tersebut, BGN melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk pihak yang disebut Bu Patmi, guna memperoleh informasi dan memastikan persoalan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.
Langkah ini menunjukkan bahwa laporan maupun informasi yang muncul di masyarakat menjadi bahan perhatian BGN untuk dilakukan verifikasi dan investigasi, bukan semata-mata dibiarkan berkembang di media sosial.
BGN sendiri sebelumnya telah menyatakan bahwa keamanan pangan merupakan bagian penting dalam pelaksanaan MBG. Bahkan, pada September 2026, BGN mengambil sejumlah langkah pengawasan terhadap SPPG yang belum memenuhi persyaratan higiene dan sanitasi.
Kepala BGN juga menyampaikan bahwa sebagian besar kasus gangguan kesehatan dalam pelaksanaan MBG yang dievaluasi berkaitan dengan ketidakpatuhan terhadap SOP, antara lain menyangkut penyimpanan bahan makanan, waktu konsumsi dan proses
BGN Tegaskan Evaluasi dan Perbaikan
Kasus di Karo menjadi bagian dari evaluasi BGN untuk memperkuat tata kelola program MBG. Pemerintah melalui BGN terus mendorong agar pengelolaan makanan dilakukan sesuai standar sehingga makanan yang diterima peserta didik benar-benar aman dan memenuhi ketentuan.
Dengan adanya respons langsung dari Kepala BGN dan koordinasi dengan pihak terkait, penanganan kasus tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai kronologi, penyebab gangguan kesehatan serta langkah perbaikan pada SPPG yang bersangkutan.
Keamanan pangan menjadi bagian penting dari keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis, sehingga setiap laporan di lapangan perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan investigasi yang terukur.
Sumber: Tayangan TikTok Sudaryono dan keterangan Badan Gizi Nasional (BGN).
Reporter_Herman
