JAKARTA — Minggu, 11oktober 2026, Kawasan pesisir pantai di Cilincing, Jakarta Utara, belakangan ini ramai didatangi warga dari berbagai wilayah. Mereka sengaja datang untuk melakukan aktivitas berendam di air laut yang dipercaya sebagian masyarakat dapat membantu proses penyembuhan berbagai penyakit.
Berdasarkan pantauan di lokasi, suasana di tepi laut Cilincing dipenuhi oleh puluhan hingga ratusan pengunjung yang merendam tubuh mereka. Keramaian ini terlihat semakin meningkat signifikan pada akhir pekan, yaitu di hari Sabtu dan Minggu. Pada dua hari tersebut, jumlah pengunjung yang datang terpantau jauh lebih padat dibandingkan dengan hari-hari biasa.
Isu dan anggapan mengenai keampuhan terapi air laut ini menyebar secara luas di tengah masyarakat. Banyak warga meyakini bahwa berendam di air asin perairan tersebut dapat meredakan hingga menyembuhkan keluhan kesehatan, seperti stroke, saraf terjepit, serta berbagai keluhan fisik lainnya.
Dampak dari beredarnya informasi tersebut membuat area tepi laut Cilincing tidak hanya dipadati oleh penduduk lokal sekitar Jakarta Utara. Sejumlah warga dari wilayah lain di luar Cilincing, seperti Pancoran, Jakarta Selatan, dan sekitarnya, turut mendatangi lokasi ini demi mencoba terapi alternatif tersebut.
“Kami mendapat kabar dari kerabat bahwa air laut di sini bagus untuk terapi kesehatan. Makanya saya sempatkan datang ke sini untuk mencoba,” ujar salah seorang pengunjung asal Pancoran di lokasi.
Kendati fenomena terapi air laut ini kian populer dan dinilai membawa harapan positif bagi sebagian orang, pakar kesehatan mengimbau agar masyarakat tetap berhati-hati. Dari sudut pandang medis, aktivitas berendam di air laut memang dapat memberikan efek relaksasi pada otot dan melancarkan sirkulasi darah karena kandungan garam serta mineralnya. Namun, klaim bahwa air laut dapat menyembuhkan penyakit berat seperti stroke atau saraf terjepit secara medis belum terbukti secara empiris dan menyeluruh.
Para dokter menyarankan agar warga yang mengidap penyakit kronis tetap memprioritaskan penanganan medis formal dari fasilitas kesehatan serta mengonsultasikan aktivitas fisik tambahan sebelum melakukannya. Selain itu, faktor kebersihan air dan keselamatan di area pesisir yang cukup dekat dengan jalur kapal pelabuhan juga perlu menjadi perhatian para pengunjung.
