Berjualan tepat di hadapan kompetitor yang lebih ramai dengan varian rasa serupa
tidak menyurutkan langkah Suharjo (50-an), perantau asal Demak.yang berjualan es jus buah di bilangan jalan Kalibaru Timur kec Cilincing, jakarta Utara, Berbekal
keyakinan penuh dan komitmen pada kualitas buah asli, usahanya mampu bertahan
stabil hingga tahun 2026 ini.
Derasnya arus persaingan bisnis kuliner di ruang publik sering kali menuntut para pelaku usaha
kecil untuk memutar otak lebih keras. Namun, prinsip berbeda dipegang teguh oleh Bapak
Suharjo, seorang pedagang es jus buah, asal Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
Memasuki tahun ketiganya berniaga di lokasi tersebut pada 2026 ini, Suharjo menunjukkan
bahwa ketulusan, konsistensi harga, dan kualitas rasa mampu berbicara banyak di tengah
ketatnya persaingan pasar.
Jika diamati dari lokasi ia menggelar lapaknya, tantangan yang dihadapi Suharjo tidaklah
ringan. Tepat di hadapan lapak sederhananya, berdiri sebuah usaha es lain yang menawarkan
varian rasa serupa. Tak jarang, lapak pesaing tersebut tampak lebih ramai dikunjungi oleh
pembeli yang hilir mudik menggunakan kendaraan bermotor. Kendati demikian, Suharjo tidak
pernah menunjukkan rasa gentar, iri, ataupun niat untuk menjatuhkan usaha orang lain.
“Rezeki itu sudah ada yang mengatur. Saya berkeyakinan bahwa Allah SWT akan
memberikan jalan dan rezeki kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya, asalkan kita
menjalaninya dengan jujur dan ikhlas.” — Bapak Suharjo
Prinsip hidup yang berlandaskan tawakal ini bukan berarti membuatnya berpangku tangan
tanpa strategi. Suharjo sangat memahami bahwa dalam dunia perdagangan, kualitas adalah
kunci utama untuk mempertahankan pelanggan setia. Di tengah lonjakan harga bahan pokok
yang kerap terjadi, ia tetap mempertahankan harga jual yang sangat terjangkau, yakni Rp5.000
per porsi untuk sajian es jus segarnya.
Komitmen menjaga harga di angka lima ribu rupiah ini tentu bukan tanpa pengorbanan.
Suharjo menyiasatinya dengan pengelolaan keuangan yang cermat serta efisiensi operasional
mandiri. Menariknya, meski dibanderol dengan harga yang ramah di kantong, ia tidak pernah
berkompromi soal kualitas bahan baku. Suharjo tetap konsisten menggunakan buah-buahan asli
pilihan yang diolah menjdi jus buah segar beraroma khas, tanpa pemanis buatan
yang berlebihan.
Karakter rasa yang autentik dan khas inilah yang kemudian menjadi daya tarik tersendiri bagi
para pelanggan loyalnya. Sejumlah pembeli yang ditemui di lokasi mengaku lebih memilih es
buatan Suharjo karena kesegarannya yang alami dan tidak membuat tenggorokan gatal. Bagi
mereka, harga Rp5.000 memberikan nilai lebih (value for money) yang sulit ditemukan di tempat
lain.
Konsistensi dalam menjaga cita rasa dan harga tersebut membuahkan hasil yang manis.
Meskipun secara sekilas lapak di seberang tampak lebih padat antrean, Suharjo mencatatkan
pemasukan harian yang stabil dari hari ke hari. Stabilitas finansial ini cukup untuk memenuhi
kebutuhan hidup keluarganya sekaligus merawat roda usahanya agar terus berputar di tahun
2026 ini.
(Kunendi CLP)
- Beranda
- Tulis Berita
- Terkini
- Daerah
- Internasional
- Nasional
- Featured
- Lifestyle
- Technology
- Terkini
- Trending
Subscribe to Updates
Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.
Related Posts
Add A Comment
