
BATANG, JAWA TENGAH — Tim Pandu Wakaf Indonesia melakukan kunjungan ke kawasan wakaf produktif berupa lahan perkebunan alpukat di Gerlang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat secara langsung pengelolaan dan pengembangan aset wakaf agar memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
Kunjungan yang berlangsung di kawasan perbukitan Gerlang tersebut memperlihatkan kondisi lahan yang dimanfaatkan untuk pengembangan tanaman alpukat(16/09). Hafiz Azis S.Sos sebagai ketua tim melakukan perjalanan menuju lokasi perkebunan sekaligus melihat secara langsung kondisi tanaman dan lahan yang berada di kawasan tersebut.
Program tersebut mengusung semangat “Wakaf Produktif Lahan Alpukat, Menghijaukan Bumi dan Mengalirkan Pahala Kebaikan.” Konsep wakaf produktif diharapkan tidak hanya menjaga keberadaan aset wakaf, tetapi juga mengembangkan aset tersebut sehingga dapat memberikan manfaat berkelanjutan. rombongan tampak bersama-sama menuju lokasi lahan alpukat yang berada di kawasan pegunungan. Kondisi geografis Gerlang yang berada di wilayah dataran tinggi terlihat mendukung pengembangan tanaman perkebunan.
Pengelolaan lahan wakaf melalui sektor pertanian menjadi salah satu bentuk pemanfaatan aset wakaf yang memiliki potensi ekonomi. Hasil pengelolaan diharapkan dapat dikembangkan untuk memberikan manfaat bagi penerima manfaat wakaf sekaligus mendukung pemberdayaan masyarakat sekitar.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi Tim Pandu Wakaf Indonesia untuk melihat langsung potensi pengembangan wakaf produktif di daerah serta membangun semangat kolaborasi dalam mengoptimalkan aset wakaf.
Dengan pengelolaan yang baik dan berkelanjutan, wakaf produktif lahan alpukat di Gerlang diharapkan dapat menjadi bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Pandu Wakaf Indonesia terus mendorong agar wakaf tidak hanya dipahami sebagai aset yang bersifat pasif, tetapi dapat dikelola secara produktif sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarak
- Reporter_Herman.
